Showing posts with label Arthropoda. Show all posts
Showing posts with label Arthropoda. Show all posts

Monday, January 30, 2017

Published 4:29 AM by with 0 comment

Pylopaguropsis Mollymullerae

Kelomang permen bergaris
(Candy Striped Hermit Crab)
ditemukan di Karibia

Pylopaguropsis Mollymullerae
Photo by Rafael Lemaitre & Ellen Muller

     Baru baru ini seorang fotografer bawah laut bernama Ellen Muller dengan peralatan scuba miliknya memperoleh foto foto dan video bawah laut penampakan kelomang merah bergaris kecil dan berwarna cerah yang terbukti mewakili spesies baru genus Pylopaguropsis.

Klasifikasi Ilmiah
Kingdom : Animalia
Filum : Arthropoda
Subfilum : Crustacea
Superkelas : Multicrustacea
Kelas : Malacostraca
Subkelas : Eumalacostraca
Superordo : Eucarida
Ordo : Decapoda
Subordo : Pleocyemata
Infraordo : Anomura
Superfamili : Paguroidea
Famili : Paguridae
Genus : Pylopaguropsis
Spesies : P. Mollymullerae

Nama Binomial
Pylopaguropsis Mollymullerae
(Lemaitre, 2017)

     Spesies baru ini dideskripsikan dalam jurnal ZooKeys. Pola warnanya mengingatkan penulis Dr. Rafael Lemaitre dari Smithsonian Institute, Amerika Serikat, dengan permen gula tradisional dan dengan demikian ia menetapkan nama umum "Candy Striped Hermit Crab".

Common Name "Candy Striped Hermit Crab
Photo by Rafael Lemaitre & Ellen Muller

     Sementara itu, nama ilmiah dari spesies baru ini Pylopaguropsis Mollymullerae sesuai nama Molly Muller, cucu muda Ellen Muller. Ellen percaya bahwa "Dengan penghormatan ini akan menginspirasi Molly untuk melanjutkan tradisi melindungi keragaman kehidupan laut yang menakjubkan dan rapuh di Pulau Bonaire."

     Kelomang ini pertama kali difoto secara tidak sengaja disamping "Dwarf Reef Lobster" sambil mengamati invertebrata di celah celah dibawah karang besar. Selanjutnya lebih banyak kelomang difoto di berbagai celah celah bersama dengan "Broad Banded Moray". Ketika izin diperoleh dari pemerintah Pulau Bonaire, beberapa spesimen dikumpulkan dan dibawa untuk studi di Smithsonian Institute. Deskripsi formal kemudian disiapkan untuk publikasi dan spesimen disimpan di National Museum of Natural History, seperti yang dipersyaratkan oleh peraturan ilmiah ketika penamaan spesies baru.

A. Cheliped kanan (dorsal), B. Dactyl  dan fixed finger (ventral)
C. Cheliped kiri (dorsal), D. Cheliped kiri (lateral)
E. Cheliped kiri (mesial)
Drawings by Dr. Rafael Lemaitre

     Bentuk Cheliped (Pencapit) kanan spesies kelomang baru ini luar biasa unik dengan bentuk dan ukuran lebih besar bila dibandingkan dengan tubuhnya.

A. Pereopod kiri 2 (lateral), B. Pereopod kiri 3 (lateral)
C. Pereopod kanan 2 (lateral), D. Dactyl of same (mesial)
E. Pereopod kanan 3 (lateral), F. Dactyl of same (mesial)
Drawings by Dr. Rafael Lemaitre

     Perilaku kelomang baru ini sangat menarik. Ada sebuah asosiasi ekologi antara kelomang dan belut moray dimana fungsi kelomang ini sebagai "cleaner" atau "den commensal". Dalam satu contoh, satu individu diamati merangkak pada tubuh belut moray, mungkin memakan material yang menempel diatasnya. Pengamatan ini dapat ditafsikan sebagai bukti adanya asosiasi simbiosis antara keduanya.

Asosiasi Ekologi "Candy Striped Hermit Crab" & "Broad Banded Moray"
Photo by Ellen Muller

     Pembersih parasit pada tubuh ikan atau memakan partikel kecil yang menempel pada tubuh ikan oleh udang kecil telah dikenal hampir 60 tahun, tetapi belum pernah kelomang yang terdokumentasikan untuk terlibat dalam asosiasi ekologi. Studi lebih lanjut diperlukan untuk mengkonfirmasi benar tidaknya peran ekologis ini.
Read More

Saturday, January 28, 2017

Published 7:20 AM by with 0 comment

Harryplax Severus

Dunia sihir hadir di puing puing
karang mati Samudra Pasifik

Spesies kepiting baru ditemukan
di reruntuhan karang panti Guam
Photo by Jose C. E. Mendoza

     Spesies baru kepiting bertubuh kuning pucat dengan mata serupa manik manik diberi nama seperti tokoh sihir dalam serial Harry Potter dan juga penemu pertamanya.

Klasifikasi Ilmiah
Kingdom : Animalia
Filum : Arthropoda
Subfilum : Crustacea
Superkelas : Multicrustacea
Kelas : Malacostraca
Subkelas : Eumalacostraca
Superordo : Eucarida
Ordo : Decapoda
Subordo : Pleocyemata
Infraordo : Brachyura
Superfamili : Pseudozioidea
Famili : Christmaplacidae
Genus : Harryplax
Spesies : H. Severus

Nama Binomial
Harryplax Severus
(Mendoza & Ng, 2017)

     Para peneliti mengumumkan penemuan spesies baru kepiting yang hidup di bawah puing puing karang mati di sepanjang pesisir pulau Guam dan pulau Mariana di barat Samudra Pasifik. Spesies ini diberi nama Harryplax Severus.

A. Cephalothorax, Left Side, B. Right Third Maxilliped,
C. Right (Major) Chela, D. Right (Major) Cheliped,
E. Left (Minor) Chela, F. Right P4, G. Right P5,
H. Right Vulva
Drawing by Jose C. E. Mendoza & Peter K. L. Ng

     Penamaan tersebut merupakan bentuk penghormatan pada Profesor Severus Snape, karakter dalam serial Harry Potter karya J. K. Rowling.

A. Thoracic Sternum, B. Anterior Thoracic Sternum,
C. Posterior  Sternites & Penis, D. Pleon, E. Left G1, F. Left G2

Drawings by Jose C. E. Mendoza & Peter K. L. Ng

     "Julukan spesifik Severus (keras, kasar, ketat) menunjukan proses yang ketat dan melelahkannya dalam pencarian kepiting ini. Ini juga merupakan kiasan untuk karakter terkenal dan disalah pahami dalam novel Harry Potter, Profesor Severus Snape, Snape menjaga salah satu rahasia paling penting dalam kisah tersebut, seperti halnya spesies baru yang menghindar untuk ditemukan hingga hari ini, hampir 20 tahun setelah hewan tersebut pertama kali dikumpulkan," kata ahli Biologi National University of Singapore, Jose C. E. Mendoza dan Peter K. L. Ng, dalam laporan penelitian mereka di jurnal ZooKeys.

     Nama "Severus" berasal dari bahasa Latin yang berarti "keras", seperti menggambarkan upaya yang tak kenal lelah dari pengumpul amatir bernama Harry Conley, yang pertama kali menemukan spesimen hewan itu pada 1998 dan 2001. Pada 2002 Conley meninggal dengan tragis, ditembak tepat dikepalanya, kemudian sampel sampel miliknya diserahkan kepada ahli Biologi dari University of Guam, Gustav Paulay, yang menyerahkan sempel tersebut kepada Peter Ng, ahli Taksonomi kepiting.

Harryplax Severus
Photo by Jose C. E. Mendoza

     Harryplax Severus adalah satu satunya wakil dari genus Harryplax dari keluarga Christmaplacidae. Sebelum dideskripsikan oleh Mendoza dan Ng, kepiting tak biasa tersebut belum pernah dideskripsikan secara resmi sebagai spesies baru hingga bertahun tahun kemudian, Mendoza dan Ng menyadari kepiting tersebut mewakili genus baru.

     Lebih dari itu, Harryplax Severus merupakan spesies kedua dari keluarga Chrismaplacidae dan merupakan yang pertama ditemukan di Samudra Pasifik. Nama genusnya Harryplax tak hanya mengacuh pada Harry Potter, tetapi juga bertujuan untuk mengabadikan nama sang penemu Harry Conley.

     "Nama itu dibagikan sebagai penghormatan atas kemampuan yang luar biasa dalam mengumpulkan makhluk makhluk langka nan menarik, seakan iya menggunakan sihir," ungkap Mendoza.
Read More

Monday, January 23, 2017

Published 9:15 AM by with 0 comment

Neopalpa Donaldtrumpi

Spesies ngengat baru ini
diberi nama Donald Trump

Neopalpa Donaldtrumpi
Photo by Vazrick Nazari

     Vazrick Nazari menemukan spesies baru ngengat unik yang punya ornamen semacam jambul di wajah dan telah dinamai Donald Trump, berkat kemiripannya dengan presiden ke-45 Amerika Serikat yang terpilih.

Status Konservasi
Hampir Terancam (Near Threatened, IUCN 3.1)

Klasifikasi Ilmiah
Kingdom : Animalia
Filum : Arthropoda
Subfilum : Hexapoda
Kelas : Insecta
Ordo : Lepidoptera
Superfamili : Gelechioidea
Famili : Gelechiidae
Subfamili : Gelechiinae
Genus : Neopalpa
Spesies : N. Donaldtrumpi

Nama Binomial
Neopalpa Donaldtrumpi
(Nazari, 2017)

Neopalpa Donaldtrumpi
Photo by Vazrick Nazari / Zookeys

     Neopalpa Donaldtrumpi adalah spesies ngengat dari genus Neopalpa yang terdapat di California Selatan dan Utara Meksiko. Ngengat ini pertama kali didiskripsikan oleh ilmuan Kanada Dr. Vazrick Nazari pada Januari 2017 dalam edisi terbaru jurnal Zookeys.

     Panjang tubuh ngengat ini berukuran antara 7 - 11 milimeter dan lebar sayap depan antara 6 - 9,2 milimeter. Ngengat kecil ini memiliki sayap berwarna kuning - oranye dan coklat.

Penampakan Neopalpa Donaldtrump dari beberapa sisi
Photo by Vazrick Nazari

     Vazrick menemukan ngengat itu ketika sedang memeriksa spesimen di Bohart Museum of Entomologi, University of California. Ketika dia melihat spesies ini, ia menyadari bahwa spesies ini belum ditemukan sebelumnya.

     "Epitet spesifik ini dipilih untuk mempresentasikan ornamen semacam sisik di kepala yang menyerupai jambul Donald Trump," kata Vazrick Nazari, menjelaskan alasannya memilih nama Donald Trump. "Pemilihan nama ini juga bertujuan untuk mengajak publik menyadari pentingnya melindungi habitat yang rentan yang masih menyimpan banyak spesies yang belum terdiskripsikan," imbuhnya lagi.

Jambul Neopalpa Donaldtrump yang menyerupai jambul Donald Trump
Photo by Vazrick Nazari

     Vazrick Nazari berharap Neopalpa Donaldtrumpi bisa menarik publisitas untuk ngengat, yang merupakan spesies yang terancam punah.

     "Saya berharap Donald Trump menerimanya dengan baik, sesuai dengan semangat penamaannya," kata Nazari seperti dikutip Washington Post, Selasa (17 Januari 2017).

     "Kita perlu pemerintahan selanjutnya melanjutkan usaha melindungi habitat yang rentan di seluruh Amerika Serikat," katanya.
Read More

Sunday, January 22, 2017

Published 10:20 AM by with 0 comment

Eulophophyllum Kirki dan Eulophophyllum Lobulatum

Dua spesies serangga baru dari
hutan di utara Borneo teridentifikasi

Photo by Peter Kirk / National Geographic

     Uniknya, sementara spesies betina berwarna merah atau pink dan spesies jantan berwarna hijau. Tak hanya itu, keduanya juga sangat menyerupai daun.

Klasifikasi Ilmiah
Kingdom : Animalia
Filum : Arthropoda
Kelas : Insecta
Ordo : Orthoptera
Subordo : Ensifera
Famili : Tettigoniidae
Subfamili : Phaneropterinae
Genus : Eulophophyllum
Spesies : E. Kirki & E. Lobulatum

Nama Binomial
Eulophophyllum Kirki
Eulophophyllum Lobulatum
(Ingrisch & Riede, 2016)

Eulophophyllum Kirki betina
Photo by Peter Kirk / National Geographic

     Sekilas, mungkin anda mengira gambar di atas merupakan sekumpulan dedaunan berwarna merah. Tapi coba perhatikan dengan lebih seksama digambar tersebut terdapat seekor serangga merah yang sedang hinggap di atas dedaunan berwarna merah.

     Serangga tersebut merupakan tonggeret atau garengpung (Eulophophyllum Kirki) betina yang ditemukan di hutan hujan Borneo. Unitnya, sementara spesies betina berwarna merah atau pink sedangkan yang jantan berwarna hijau dan tidak hanya itu, keduanya juga menyerupai dedaunan dengan urat khas dan lobus seperti seperti daun pada kakinya.

Penampakan kaki belakang Eulophophyllum Kirki betina
Photo by Peter Kirk / National Geographic

     Pada tahun 2013 silam, seorang rekan menunjukan kepada George Beccaloni ahli hewan di Natural History Museum London gambar berwarna spektakuler tonggeret (katydid), sejenis belalang, seperti serangga. Karena tidak bisa mengidentifikasi serangga itu, Beccaloni mengirim foto tersebut kepada Sigfrid Ingrisch ahli serangga Asia.

     "Dia enggan menyebutkan dan menjelaskan karena mendiskripsikan spesies baru hanya berdasarkan pada foto bukanlah tindakan yang baik," kata Beccaloni. "Seringkali anda perlu melihat karakteristik microskopis, hal hal yang tidak muncul di foto, untuk membedakan spesies."

     Akan tetapi pada kasus ini, para ilmuan merasa sangat yakin untuk menamai serangga ini sebagai spesies baru Eulophophyllum Kirki, karena urat sayap pada serangga itu sangat terlihat jelas dan berbeda dengan spesies serangga lain yang telah diidentifikasi. Urat urat sayap merupakan bagian yang biasa digunakan sebagai pembeda di kalangan spesies serangga tonggeret.

     Tim juga menguji spesimen tonggeret yang dikumpulkan saat ekspedisi ke Borneo pada tahun 1993 silam dan disimpan sebagai koleksi museum Jerman. Mereka memutuskan bahwa spesimen ini, dengan foto foto yang ditemukan di internet, mewakili spesies terbaru kedua tonggeret Eulophophyllum Lobulatum.

Eulophophyllum Lobulatum, Minalabu, Sabah, Malaysia
Februari 2012
Photo by Mark Eller

     Dalam study terbaru Jurnal of Orthoptera Research, Beccaloni dan rekan rekannya mengklarifikasikan dua serangga tersebut kedalam genus Eulophophyllum yang sebelumnya diketahui dari seekor tonggeret betina (Eulophophyllum Thaumasium) yang ditemukan di utara Borneo hampir 100 tahun lalu.

     Kedua spesies ini berbeda dengan spesimen tonggeret betina berwarna jambon yang sebelumnya diketahui. Perbedaan tersebut tampak pada urat urat sayap dan kehadiran perkembangan seperti daun pada kaki belakang mereka. Kemungkinan alasan tonggeret ini berbeda warna karena mereka memiliki alasan yang berbeda pula untuk kamuflase.

     "Spesies tonggeret betina yang baru ditemukan ini hampir pasti bersembunyi dan memakan daun muda berwarna merah," Ungkap Beccaloni. "Mungkin tonggeret jantan mengembangkan kamuflase hijau agar mereka dapat bersembunyi dilebih banyak tempat saat mereka berkeliaran mencari betina," tambahnya.

Eulophophyllum Kirki jantan
Photo by Paul Bertner

     Beberapa ahli yang lain tidak begitu yakin untuk menentukan spesies yang baru hanya berdasarkan foto.

     "Anda bisa mengidentifikasi spesies berdasarkan foto, tetapi anda tidak dapat mendeskripsikan dan menamai spesies hanya berdasarkan foto, anda harus memegangnya secara langsung," kata David Rentz, ilmuan mantan kepala penelitian di Commonwealth Scientific and Industrial Research Organisation di Canberra, Australia.

     Ahli serangga independent, Rob Felix, sepakat dengan Rentz. "Deskripsi spesies harus selalu dilakukan berdasarkan referensi yang ada di tangan anda dan diuji ulang."

     Tetapi dia menambahkan "Para penulis studi memiliki alasan yang sangat bagus untuk mendeskripsikan spesies itu berdasarkan foto saat ini, mereka berharap untuk menghasilkan publisitas, sehingga pihak berwenang menyadari pentingnya mengkumpulkan beberapa spesimen."

     "Karena habitat tonggeret (katydid) baru ini di Borneo berada dalam ancaman akibat penebangan untuk perkebunan kelapa sawit dan kayu, pengetahuan tentang penghuni kawasan ini mungkin dapat membantu upaya konservasi," pungkas Felix.

Read More